Sejarah dan Gizi Susu Sapi Segar

Sejarah dan gizi susu sapi segar. Susu telah dikenal sebagai konsumsi harian yang kaya akan manfaat dan merupakan bagian terpenting dalam sejarah perkembangan peradaban manusia. Susu juga salah satu sumber makanan lengkap yang ada di jagat raya. Tak hanya kebutuhan makro yang terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat, susu juga memiliki nutrisi mikro yang terdiri dari vitamin dan bermacam-macam mineral.

Sejarah dan Gizi Susu Sapi Segar

Sejarah dan Gizi Susu Sapi Segar
Mayoritas manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, sebut saja sapi, domba, kerbau, unta dan kuda. Walaupun begitu, tetap yang paling populer dan banyak diambil susunya adalah susu sapi dan domba.

Sejarah Susu
Hewan sapi dan domba yang bahkan sudah mulai dijinakkan sejak 8000 SM. Bahkan tidak hanya diambil susunya saja, hewan-hewan ini bahkan dipelihara untuk diambil dan bulunya. Pada waktu itu, orang-orang kebanyakan menggunakan kuda sebagai alat transportasi, dan kerbau sebagai alat pembajak sawah.

Para peneliti mempelajari penyebaran enzim laktase susu dan produk susu, manusia mulai memiliki kebiasaan minum susu sapi sekitar 7.500 tahun lalu, di Eropa Tengah dan Balkan Tengah.

Pada awalnya manusia memerah susu sapi, jutsru manusia tidak langsung meminum susu segar, namun difermentasi untuk jadi yoghurt, keju, dan mentega. Meksipun, bangsa Jerman dan Celtic lebih banyak meminum susu segar dibandingkan mengolah susu jadi produk lainnya.

Sedangkan orang Romawi memproduksi keju dengan susu kambing dan domba. Kemudian, budaya memerah, mengolah dan minum susu ini juga menyebar ke Eropa Timur terutama negara Skandinavia, dan Irlandia. Seiring berkembangnya zaman, budaya ini jadi diadopsi oleh orang-orang di berbagai belahan dunia.

Berpuluh-puluh tahun yang lalu susu sapi dijadikan pelengkap untuk setiap makanan dan minuman. Selain rasanya yang nikmat, harga yang bersahabat di kantong juga menjadi pertimbangan untuk tetap membeli.

Kandungan Gizi Susu Sapi
Kandungan gizi dari susu sapi segar atau murni yaitu 31 persen kebutuhan vitamin D harian dalam tubuh. Susu sapi murni juga mengandung 149 kalori dengan rincian 7,9 lemak, 7,7 gram protein, 11,7 gram karbohidrat dan bebas serat. Kalsium dalam susu sapi murni sebanyak 276 miligram dan 8 persen kebutuhan vitamin A harian.

 

Sejarah dan Kandungan Gizi Susu Sapi Segar

Adapun hasil olahan susu murni memunculkan jenis susu sapi yang rendah lemak. Sesuai dengan namanya, proses yang dilakukan, yaitu untuk mengurangi lemak dalam minuman ini. Susu rendah lemak sebanyak 250mL

Dari jumlah ini dapat ditemukan lemak sebanyak 4,8 gram, 8,1 protein, 11,7 gram karbohidrat dan serat tidak ditemukan sama halnya dalam susu murni. Susu sapi jenis ini juga menyumbangkan kalsium 305 miligram, 10 persen kebutuhan vitamin A harian dan 29 persen kebutuhan vitamin D harian.

Susu sapi segar memiliki kandungan zat gizi yang lengkap, yakni mengandung lemak, protein, vitamin dan mineral. Selain itu, di dalam susu juga ada kandungan kalsium yang berguna untuk pertumbuhan dan kepadatan tulang.

Manfaat susu sapi segar untuk anak-anak bertujuan memasok energi untuk aktivitas sehari-hari serta memenuhi kebutuhan protein dan kalsium yang berguna untuk tumbuh kembangnya. Sementara di masa remaja, susu berguna untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk perkembangan jaringan tubuh.

Contohnya, bila asupan protein dan kalsium terpenuhi bisa mendukung perkembangan sistem reproduksi dan meningkatkan mineral kalsium pada tulang yang bisa menjadi investasi kalsium untuk jaringan tulang yang sehat pada usia lanjut dan mencegah osteoporosis.

Sementara itu, pada tahap dewasa, asupan susu berguna untuk menjaga kesehatan semua organ tubuh. Susu juga terkadang dijadikan sebagai pemenuhan gizi bagi kaum lansia. Khususnya bagi kaum lansia yang sudah sulit mengunyah makanan.

Untuk anak-anak sendiri, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi susu 2 sampai 3 gelas/Hari, sedangkan untuk remaja dan dewasa, sangat disarankan untuk mengonsumsi susu 3 gelas/hari, terutama untuk wanita yang memang sangat rentan dengan serangan osteoporosis.

Secara umum, manfaat minum susu yang perlu diketahui jika rutin meminumnya setiap hari, yakni bisa menambah energi, karena di dalam susu terdapat kandungan karbohidrat yang berguna untuk menambah energi dalam tubuh.

Susu juga membantu menjaga kesehatan mata dan mencegah asam lambung meningkat. Yang terakhir, pentingnya minum susu bisa menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga tubuh bisa terhindar dari segala penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah.

Semua manfaat susu di atas bisa diperoleh dengan minum secara rutin dan tidak berlebihan. Masih banyak kandungan-kandungan lainnya yang tersimpan dalam susu, dan memiliki khasiat yang sangat penting untuk menjaga kesehatan sekaligus sebagai pendukung pertumbuhan. Untuk itu, sangat dianjurkan menyempatkan diri untuk mengonsumsi susu setiap hari, minimalnya 1 Gelas/hari dengan takaran 250ml/gelas.